Blue Fire Pointer AIRPLANE IN THE SKY

Rabu, 30 Mei 2012

Sahabat, Aku Ingin Bercerita


Oleh Febby Mellisa

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang hujan.
Tahukah kamu?
Irama hujan meresonasi ingatanku akan seseorang.
Bulir-bulirnya yang jatuh dengan kecepatan 10 km/jam saja mampu mendetakkan jantungku lebih kencang.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang malam.
Tahukah kamu?
Saat aku berbaring bergegas tidur, aku melihat dia tersenyum di langit-langit kamarku.
Manis sekali, rasa enggan terpejam mata ini walau raga sudah lelah.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang sepi.
Tahukah kamu?
Terkadang aku merasa bagai sel tunggal.
Ketika aku menikmati hidangan di tempat biasa aku nangkring sendiri, kemudian berlalu lalang mereka yang datang berdua.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang petikan gitar.
Tahukah kamu?
Dulu, setidaknya sekali 2 minggu, ada suara nan tidaklah merdu namun petikan gitarnya indah, yang mengalun di telingaku lewat telepon genggam itu.

Sahabat, tunggu saja yaa..
Jika nanti kutemukan pengganti ”sang bulan sabit”
Aku akan melanjutkan cerita ini J

Sabtu, 21 April 2012

Negara Merdeka, Fakultas ISIP dan Hukum Usir TPS di Gedung E dan F


Pemilihan Umum Raya (Pemira) merupaka kegiatan tahunan BEM KM Unand untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Unand memilih wakil mahasiswa sebagai regenerasi kepengurusan sebelumnya. Pemira kali ini diadakan pada tanggal 10 April 2012. Setiap TPS dibekali daftar seluruh mahasiswa yang diperoleh dari ICT Unand. Setiap pemilih wajib menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kepada Panitia Pemilihan Umum (PPU).

TPS di ”Daerah Konflik”
            Tak selamanya tugas dapat dijalani dengan mulus. Hal ini dialami oleh anggota PPU yang bertugas di TPS gedung E. ”Sempet di gedung E sampai pukul 12.00 WIB. Kemudian ada segerombolan orang yang mengatasnamakan mahasiswa FISIP yang mengusir kami (PPU-red). Kami menghubungi BPU dan bernegosiasi dengan mahasiswa FISIP tersebut, hasilnya kami pindah ke Gazebo Gedung F.
            Hal senada menimpa TPS Gedung F. Harju Budiman, Presiden BEM Fakultas Hukum turun langsung untuk mengusir PPU dan menyatakan tidak boleh ada TPS mulai dari F 1.1 sampai F 1.8. ”BEM Fakultas Hukum bukan bagian dari BEM KM Unand. Adab mahasiswa Unand, F adalah wilayah Hukum dan E adalah wilayah FISIP, ujar Harju.
            Kendati demikian, tidak ada larangan bagi mahasiwa Fakultas Hukum untuk menggunakan hak pilihnya. ”Di manapun, hak politik diakui. Kalau ada yang milih ya silahkan kalau memang gak punya malu, kita gak bisa larang,” jawab Harju saat ditanya perihal keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum dalam Pemira.
Meskipun harus berpindah tempat, tak membuat langkah PPU untuk mengadakan Pemira surut. Hingga pukul 15.45 WIB, ada 58 suara yang masuk ke TPS Gazebo Gedung F. Jumlah ini tergolong sedikit dibandingkan dengan TPS lainnya. ”Gedung E dan F adalah wilayah konflik,” ujar Roffi Ardinata, anggota PPU sekaligus mahasiswa Jurusan Teknik Mesin 2011.

Rela Tidak Mengikuti Kuliah
TPS buka dari pukul 10.00 sampai dengan 17.00 WIB. Sejumlah anggota PPU rela tidak mengikuti kuliah pada hari itu. Mereka dibagi dalam dua shift. Setiap TPS terdiri dari enam orang dengan tiga orang untuk tiap shift.
Terdapat panitia yang mengikuti kedua shift tersebut karena tanggungjawab. ”Kami diberi surat izin tidak mengikuti kuliah, tergantung penting atau gak penting kuliahnya, kalau bisa full jaga TPS kenapa tidak,” ujar Rahmad Doni, anggota PPU yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Farmasi 2010.

Semoga Yang Terbaik untuk Unand
            ”Semoga yang terbaik aja!” ujar Rio Tribuana, salah seorang pemilih. ”Sebagai mahasiswa yang baik, saya menggunakan hak pilih saya,” tambahnya lagi dengan senyum. (Febby Mellisa)

Unand Award, Fakultas Hukum Meraih Dua Penghargaan


Unand Award VIII merupakan salah satu dari rangkaian agenda tahunan Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM KM Unand. Departemen PSDM ini merupakan departemen yang ruang lingkup kerjanya menitikberatkan pada aspek peningkatan skill dan keterampilan mahasiswa.
Unand Award ini ditujukan kepada mahasiswa Unand yang memiliki potensi, baik itu akademik maupun non-akademik. Ajang bergengsi tingkat universitas ini berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 28 Maret 2012. Sebanyak 16 peserta memeriahkan acara ini, 11 diantaranya adalah kaum Adam. “Unik sekali. berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kaum Hawa mendominasi,” ucap Lungguhan Siregar selaku ketua panitia.
Tidak ada batasan untuk jumlah peserta, setiap fakultas boleh mengirimkan utusan lebih dari satu orang. Namun yang menjadi kendala adalah kurangnya minat dari civitas akademika untuk berpartisipasi dalam acara ini. “Kami berharap mendapat respon lebih untuk acara yang bagus seperti ini, juri pun mengeluhkan demikian,” ujar Winda Lestari Pramhita, koordinator acara.
Kurangnya respon tersebut sejalan dengan beberapa pendapat mahasiswa yang kami wawancarai, salah satunya Andita Mayestika, “Unand Award adalah sejemis penghargaan untuk mahasiswa Unand, tapi kategorinya saya kurang tahu, ucapnya.
Ada empat rangkaian tes untuk para peserta, yaitu tes tertulis, wawancara, presentasi artikel yang dibuat, dan penampilan bakat. Dari 16 peserta diambil lima orang pemenang untuk lima kategori. Best Student diraih oleh Ari Wirya Dinata dari Fakultas Hukum. Lagi dari Fakultas Hukum, Duta Lingkungan disabet oleh M. Taufik. Kemudian berturut-turut Duta Enterpreneur, Multi Talent, dan Favorit dibobol oleh Jefri Efranda, Rita Tri Wahyuni, dan Rajif Gandi.
Menurut Alung (panggilan untuk Lungguhan Siregar-red), Ari Wirya Dinata layak menjadi Best Student karena ia memiliki talenta yang unik yaitu memainkan xylophone, selain itu pengetahuan umumnya mengungguli rival-rivalnya. Mengenai motivasi mengikuti Unand Award, saat diwawancara Ari mengaku ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan perubahan agar menjadi lebih baik dalam segala aspek baik dalam ilmu pengetahuan maupun isu lingkungan, selain itu juga bisa mengenal teman-teman dari berbagai fakultas. “Sebagai pemenang berarti diberi amanah sebagai Role Model Best Student Unand yang gak hanya berprestasi di segi akademik tapi juga non akademik, dan yang terpenting berakhlak mulia,” ucap Ari.
            Lain halnya dengan Rahmita Humaira, salah satu peserta, ia mengaku mengikuti Unand Award karena ada acara Fateta Award di Fakultas Teknologi Pertanian. Cewek berjilbab yang biasa disapa Mita ini meraih juara II dalam Fateta Award. “Perasaannya ikut Unand Award tuh deg-degan campur bangga udah sampai ke 10 besar walaupun gak juara,” ucapnya. Unand Award memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing peserta.(Febby)