Blue Fire Pointer AIRPLANE IN THE SKY

Jumat, 10 Agustus 2012

Lokal 2 FHUA Masih Kompak

BUBAR (baca: Buka Bareng) merupakan agenda rutinan tiap Ramadhan, tak terkecuali bagi Lokal 2 FHUA. Seusai dugaan, jumlah mahasiswa yang hadir lebih banyak daripada yang mendaftar (bayar duluan), untungnya nasi bungkus dan takjil nya cukup. Kenapa sesuai dugaan? Karena Lokal 2 SELALU RAME.

Sebenarnya magrib ini ada 2 jadwal BUBAR yang menuntut saya untuk memilih, yaitu BUBAR KKN dan BUBAR kelas. Namun kalimat Ilham membuat banyak pencerahan "KKN itu cuma sesaat aja. Kalau Kelas, kita akan sama-sama berjuang sampai akhir!" Saya terkejut mendengarnya, walau yang ia katakan tak sepenuhnya benar. Tapi akhirnya saya memilih BUBAR kelas (Jangan bubaaaaar donk, kita harus tetap eksis! Apa ini =_='')

Dari lubuk hati terdalam saya sangat bahagia masih bisa merasakan kekompakan dengan teman-teman di tahun akhir ini. Mungkin teman-teman terbaik saya akan "hengkang" dari fakultas hukum bulan Februari 2013 dan meninggalkan saya yang belum menyusun proposal ini. Oleh karena itu inilah BUBAR terakhir kami dalam status sebagai mahasiswa. Entah nanti bila kami bertemu, sudah ada diantara kami yang menjadi hakim, jaksa, polisi, notaris, pengusaha, advokat, konsultan hukum, PNS, banker, tukang sate (eehh), dsb.

Kami BUBAR di rumah Annessy Nusyirwan. Ada suatu kejadian gila di sini. Saya dijodohin dengan teman saya, sebut saja namanya Roky. Semua ini berawal dari komting kami yang membuka forum perjodohan. Sang komting dan teman-teman lainnya sangat bersemangat mendukung perubahan status kami dari 'teman' ke 'teman hidup' (azeeehh). Setelah saya pikir-pikir, si Roky ini anaknya baik sekali, jujur, dan apa adanya. Hanya saja dia seakan-akan menyukai orang yang salah (ampun).

Sebelum pulang dari BUBAR di rumah Anes, kami memberi surprise kue dan kado ulang tahun anes yang ke 20 tahun. Maaf ya Nes, telat 2 bulan, jadi umur kamu sudah 20 tahun 2 bulan. Semoga kebaikan menyertaimu, aamiin.

Oh ya, kembali lagi ke judul awal. Saya ulangi lagi, saya sangat bahagia berada di tengah-tengah kalian teman-teman. Semoga kita tetap solid sampai kapanpun!!!

Rabu, 30 Mei 2012

Sahabat, Aku Ingin Bercerita


Oleh Febby Mellisa

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang hujan.
Tahukah kamu?
Irama hujan meresonasi ingatanku akan seseorang.
Bulir-bulirnya yang jatuh dengan kecepatan 10 km/jam saja mampu mendetakkan jantungku lebih kencang.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang malam.
Tahukah kamu?
Saat aku berbaring bergegas tidur, aku melihat dia tersenyum di langit-langit kamarku.
Manis sekali, rasa enggan terpejam mata ini walau raga sudah lelah.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang sepi.
Tahukah kamu?
Terkadang aku merasa bagai sel tunggal.
Ketika aku menikmati hidangan di tempat biasa aku nangkring sendiri, kemudian berlalu lalang mereka yang datang berdua.

Sahabat, aku ingin bercerita, bercerita tentang petikan gitar.
Tahukah kamu?
Dulu, setidaknya sekali 2 minggu, ada suara nan tidaklah merdu namun petikan gitarnya indah, yang mengalun di telingaku lewat telepon genggam itu.

Sahabat, tunggu saja yaa..
Jika nanti kutemukan pengganti ”sang bulan sabit”
Aku akan melanjutkan cerita ini J

Sabtu, 21 April 2012

Negara Merdeka, Fakultas ISIP dan Hukum Usir TPS di Gedung E dan F


Pemilihan Umum Raya (Pemira) merupaka kegiatan tahunan BEM KM Unand untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Unand memilih wakil mahasiswa sebagai regenerasi kepengurusan sebelumnya. Pemira kali ini diadakan pada tanggal 10 April 2012. Setiap TPS dibekali daftar seluruh mahasiswa yang diperoleh dari ICT Unand. Setiap pemilih wajib menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kepada Panitia Pemilihan Umum (PPU).

TPS di ”Daerah Konflik”
            Tak selamanya tugas dapat dijalani dengan mulus. Hal ini dialami oleh anggota PPU yang bertugas di TPS gedung E. ”Sempet di gedung E sampai pukul 12.00 WIB. Kemudian ada segerombolan orang yang mengatasnamakan mahasiswa FISIP yang mengusir kami (PPU-red). Kami menghubungi BPU dan bernegosiasi dengan mahasiswa FISIP tersebut, hasilnya kami pindah ke Gazebo Gedung F.
            Hal senada menimpa TPS Gedung F. Harju Budiman, Presiden BEM Fakultas Hukum turun langsung untuk mengusir PPU dan menyatakan tidak boleh ada TPS mulai dari F 1.1 sampai F 1.8. ”BEM Fakultas Hukum bukan bagian dari BEM KM Unand. Adab mahasiswa Unand, F adalah wilayah Hukum dan E adalah wilayah FISIP, ujar Harju.
            Kendati demikian, tidak ada larangan bagi mahasiwa Fakultas Hukum untuk menggunakan hak pilihnya. ”Di manapun, hak politik diakui. Kalau ada yang milih ya silahkan kalau memang gak punya malu, kita gak bisa larang,” jawab Harju saat ditanya perihal keterlibatan mahasiswa Fakultas Hukum dalam Pemira.
Meskipun harus berpindah tempat, tak membuat langkah PPU untuk mengadakan Pemira surut. Hingga pukul 15.45 WIB, ada 58 suara yang masuk ke TPS Gazebo Gedung F. Jumlah ini tergolong sedikit dibandingkan dengan TPS lainnya. ”Gedung E dan F adalah wilayah konflik,” ujar Roffi Ardinata, anggota PPU sekaligus mahasiswa Jurusan Teknik Mesin 2011.

Rela Tidak Mengikuti Kuliah
TPS buka dari pukul 10.00 sampai dengan 17.00 WIB. Sejumlah anggota PPU rela tidak mengikuti kuliah pada hari itu. Mereka dibagi dalam dua shift. Setiap TPS terdiri dari enam orang dengan tiga orang untuk tiap shift.
Terdapat panitia yang mengikuti kedua shift tersebut karena tanggungjawab. ”Kami diberi surat izin tidak mengikuti kuliah, tergantung penting atau gak penting kuliahnya, kalau bisa full jaga TPS kenapa tidak,” ujar Rahmad Doni, anggota PPU yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Farmasi 2010.

Semoga Yang Terbaik untuk Unand
            ”Semoga yang terbaik aja!” ujar Rio Tribuana, salah seorang pemilih. ”Sebagai mahasiswa yang baik, saya menggunakan hak pilih saya,” tambahnya lagi dengan senyum. (Febby Mellisa)