Blue Fire Pointer AIRPLANE IN THE SKY

Senin, 05 Desember 2016

Diriku, Pelukis

Hasil gambar untuk lukisan panorama


Diriku, adalah seorang pelukis yang selalu membawa kanvasnya kemanapun ia pergi. Tak lelah berjalan hingga panorama menjadi titik henti. Mencoba menerjemahkan keindahan alam melalui ujung-ujung kuas ini. Membagan dengan garis-garis halus hingga memoles warna-warni. 

Diriku, berharap taburan cat minyak pada sebuah kanvas ini ditawar oleh pejalan kaki yang berlalu lalang.  Tidak muluk-muluk, 2 lembar seratus ribu mampu membuatku tersenyum riang. Kalau kau menawar terlalu rendah, aku tak akan berang. Kujelaskan, bahwa karyaku masih bersedia dipajang mumpung masih siang.  

Diriku, melirik jam yang sudah menunjukkan pukul enam. Segumulan demi segumulan manusia mulai meninggalkan panorama menyisakan para penikmat senja yang menunggu matahari terbenam. Hari ini lukisanku belum laku juga, Nilam.  



gambar di atas via http://ana-nazamuddin.blogspot.co.id

MCK (Master of Ceremony Kroco) Part 2

Edisi: Menjadi MC Dadakan? Kamu Pasti Bisa! 

Suatu hari, pada secabik kertas kepanitiaan,  kamu tak menemukan lagi namamu berada di deretan anggota seksi konsumsi. Apakah kepiawaianmu memesan menu hidangan hingga menata cutlery mulai diragukan? Ulalaa, coba kamu periksaa lagi. Siapa tahu kali ini kamu ditunjuk menjadi........YA!!! MASTER OF CEREMONY!!! APA??? MASTER OF CEREMONY??? Tetiba kamu cemas, lemas, dan gemas pengen nyubiittttttttttt..... yang nyusun kepanitiaan.
Buat kamu yang senasib dengan manusia pada situasi di atas, segera selesaikan rasa khawatir dan tidak percaya diri saat ini juga. Karena kamu ditunjuk, artinya mereka percaya pada kemampuanmu. Kalau ini dianggap lebay, paling gak, yang nyusun kepanitiaan percaya sama kamu. :)

Tips untuk MC pemula
Tahapan Persiapan
  1. Kenali acaramu, apakah berjenis formal, semi formal, atau informal.
  2. Pastikan rundown acara sudah fix. Berkoordinasi dengan seksi acara.
  3. Ketahuilah siapa tamu penting yang akan hadir, narasumber, undangan, dan pesertanya.
  4. Ingatkan kembali petugas acara seperti pembaca doa, dirigen, dll.
  5. Cek soundsystem.
  6. Berlatih!!!

On The Show
Contoh Acara Semi Formal (In House Training, Seminar, Workshop)
1.        Salam
Assalamu’alaikum wr wb. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

2.        Sapa
Yang terhormat.... (yang paling tinggi jabatannya/yang paling dihormati);
Yang Kami hormati...;
serta.... yang Kami Banggakan/yang Berbahagia.
Usahakan 3 saja, sapa pihak yang paling penting, selebihnya sebut hadirin/peserta. Jangan terlalu banyak karena sapa-menyapa secara detil itu urusan ketua panitia dll.

3.       Rasa Syukur/Ungkapan Senang
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memberikan kita kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat menyelenggarakan acara.... dengan tema.../
Senang sekali bertemu dengan para peserta..., mengawali pagi yang cerah ini dengan acara..... dengan tema...
Kami ucapkan selamat datang di...
Menaikkan suara setelah menyebutkan tema akan otomatis menggerakkan hadirin untuk bertepuk tangan.

4.        Doa
Agar acara ini diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, marilah kita mulai dengan doa. Doa akan dibacakan oleh Sdr.../
Sebelum memulai acara, baiknya kita berdoa dahulu. Doa akan dibacakan oleh...

5.        Lagu Indonesia Raya
Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hadirin dimohon berdiri. Hadirin dipersilahkan duduk kembali.

6.        Sambutan
Marilah bersama-sama kita dengarkan sambutan Ketua Panitia. Kepada... disilahkan.

7.        Pembukaan

Selanjutnya, pengarahan sekaligus pembukaan oleh...

8.        Pemaparan materi

Dengan dibuka secara resmi oleh... maka selanjutnya kita masuk pada sesi pemaparan materi yang akan disampaikan oleh... Mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah. Saya undang... untuk memoderatori acara ini.

9.        Ishoma
Hadirin, kita telah memasuki waktu ishoma. Untuk itu kami persilahkan menikmati makan siang yang dihidangkan secara prasmanan di bagian belakang ruangan ini dan bagi yang ingin menunaikan ibadah solat kami fasilitasi di mushola lantai 1. Para peserta diharapkan kembali tepat waktu pada pukul...

10.    Penyerahan cinderamata kepada narasumber

Sebagai wujud cinta (sebut nama instansi), berkenan (sebut nama pejabat yang akan menyerahkan cinderamata) menyerahkan cinderamata kepada (sebut nama pihak yang menerima cinderamata)

11.    Penutupan
Demikianlah acara... Sebelum acara ini bersama-sama kita akhiri dengan salam, kita dengarkan terlebih dahulu pengarahan sekaligus penutupan oleh...
Dengan ditutup secara resmi oleh... maka berakhir pula acara... Semoga ilmunya bermanfaat dan dapat diaplikasikan. Kami panitia memohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan.

12.    Salam

Demikian, semoga sukses ya, Mas/Mbak MC!!!

Minggu, 16 Oktober 2016

Tanya Kapan Nikah, Bentuk Bullying?





“29 tahun, cantik, mapan, mandiri, hari gini masih single?”
“Sudah kepala tiga, wanita seperti apa yang ingin kamu cari?”

Titik di tanda tanya itu, seketika berubah menjadi ujung paku yang menancap dalam. Dalamnya sampai ke endokardium. Sebuah pertanyaan yang jamak dipertanyakan. Bentuknya berbeda-beda, mulai dari kenapa masih single, apakah belum kepikiran untuk berumah tangga, sampai kapan nikah.

Iseng, menjadi alasan bagi “kuli tinta dadakan” ini. Atau memang latah, karena si penanya hanya ikut-ikutan trend,  merasa gak afdhol jika tidak menanyakan hal tersebut kepada seorang single. Di tiap kondangan, bertanya kamu kapan. Di media sosial, berkomentar kok difotonya sendirian. Bahkan melihat truk pun langsung nyeletuk “Truk aja gandengan, masa kamu enggak?” Waaahhhh…

Yang lebih parah lagi, di setiap reunian atau pertemuan dengan relasi,  si single dijadikan bahan jualan. “Kenalin donk sama teman kamu, kasian dia masih jomblo!” atau “Di kantormu ada yang masih single gak?”

Di antara kita, mungkin ada yang mirip dengan si penanya. Tidak ada mens rea (sikap batin) yang jahat di balik pertanyaan tersebut. Namun jangan hanya dilatarbelakangi keisengan maupun kelatahan, kita menanyakan sesuatu yang sebenarnya juga tidak bisa dijawab oleh si single. Kita tidak tahu kisah pilu apa yang pernah hadir di masa lalu mereka. Kita tidak bisa meminjam hati mereka untuk merasakan sulitnya menyembuhkan luka. Kita tidak mafhum bagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan cinta dari yang terkasih. Kita tidak bisa menyamakan diri kita yang cepat dipertemukan jodohnya dengan mereka yang masih menunggu. Oleh sebab itu, berhentilah iseng dan latah menyerbu mereka dengan pertanyaan kapan nikah dan rekan-rekannya. Tidakkah kata-kata itu bagian dari bullying? Meminjam kalimat The Mighty, “It’s silent anxiety attacks, hidden by smiles”.

(gambar di atas via www.hipwee.com)