Blue Fire Pointer AIRPLANE IN THE SKY

Selasa, 13 September 2016

MCK (Master of Ceremony Kroco) Part 1



 Edisi: Terima Kasih Yesa


“Febby, Pelatih!”
Suara yang tidak asing lagi, wakil senat Prajabatan menjawab lantang ketika Pelatih menanyakan siapa yang akan menjadi protokol upacara.
“Hah? Enggak, enggak, enggak! Aku gak pernah jadi protokol upacara seumur hidup!” teriakku dengan mimik keraguan.
“Dicoba dulu, aku yakin kamu bisa!” ujar wakil senat pemilik nama Yesa Dwi Christanto.
“(melongo panjang, dalam)” bisu aku.
“Kamu bisa! Kamu pasti bisa!” mantap Yesa.
---
 “Upacara Tradisi” ucapku dengan suara bulat. Dalam batin bergumam, ini benar suara saya? Seakan-akan saya harus berkenalan dengan hasil kerja otot-otot laring ini.
“Komandan Upacara memasuki lapangan upacara,” makin yakin.
“Inspektur Upacara tiba di tempat upacara,” sambil celingak-celinguk merhatiin ajudan memberi laporan.
(Skip.. Skip..)
Nyala obor mengelilingi peserta upacara. Redupnya malam menambah khusuk upacara tradisi. Di depan bendera merah putih, satu persatu calon abdi negara berikrar janji menjaga kehormatan dan martabat Kementerian Keuangan.
---
Usai upacara, entah mengapa, perasaan saya girang sekali. Lebih bahagia dari pada warna kulit yang kembali cerah pasca “dijemur” sama Pelatih. Lebih bahagia dari pada sukses menggambar alis secara simetris. Lebih bahagia dari pada membeli sepatu baru yang hak nya model clogs (ini favorit saya banget banget banget). Lebih bahagia dari… hmmm… Yang jelasnya saya sangat berterima kasih pada manajer saya yang baru, Yesa Dwi Christanto (meskipun terpaut usia 5 tahun, boleh donk manggil nama, hehe). Kata Yesa, potensi harus digali, dan saya selalu ingat dengan petuah pengaman penerimaan cukai ini. Kira-kira 1 (satu) tahun yang lalu, saya kembali bertemu dengan pemilik suara bazz ini di Bandara Juanda. Kami saling bertukar cerita. Dari sanalah saya tahu kalau ia sudah berencana untuk menikahi pujaan hatinya. Sukses selalu, Kapten!!!

Jumat, 26 Agustus 2016

Tentang Jean



Pertama-tama, terima kasih Jean atas pelajaran hidup yang kamu berikan. Sepertinya kamu harus meluangkan sedikit waktu untuk mendengarkan yang kedua, ketiga, dan seterusnya. Ini tentangmu.

Mengenalmu, bukanlah hal asing bagi kebanyakan mahasiswa di kampus. Aku bahkan mengetahui namamu jauh sebelum kita berjabat tangan. Jauh sebelum aku memberikan tebaran jempol pada latar patung liberty, tingginya menara Eiffel, dan membekunya Switzerland, di album facebook mu. Jauh sebelum aku mengetahui kalau beratmu (ups, wanita pantang memberi tahu berat badannya) pernah berlebih 15 kg. Jauh sebelum, aahh sudahlah, nanti kamu tahu kalau aku begitu khatam mengetik namamu di mesin pencari, masa itu.

Jika semua hal-hal baik yang melekati dirimu dirangkum menjadi 5 saja, maka dapat kujabarkan sebagai berikut:

  1. Elegan. Mudah memang memberi label elegan pada seorang wanita yang elok dan anggun sepertimu. Tapi bagiku, kamu jauh dari sekedar 2 kosa kata tersebut. Saat dirimu mengetahui bahwa pria yang aku kagumi berjarak semeter tak sampai dari kita, tak sedikitpun terdengar celetukan murahan berbunyi “cieee cieee” darimu, tak ada sikap latah terang-terangan menjodoh-jodohkan ku dengan pria itu. Kamu bahkan bisa membawakan suasana seakan kita bertiga adalah teman baik yang sedang duduk minum teh di sebuah kafe.
  2. Memiliki perencanaan yang matang menyoal jalan hidup. Kamu mampu membentuk visi misi dan menerjemahkannya ke dalam project. Belajar sampai akhir hayat menjadi mottomu.
  3. Berani melakukan hal-hal baru dan cepat beradaptasi. Kamu paham betul bahwa potensi dirimu jauh dari yang tampak saat ini. Mulai dari kegiatan sosial sampai entertainment kamu geluti. Berkarya dan terus berkarya.
  4. Rendah hati. Saat kamu dan temanmu berhadapan dengan atasan, atau siapapun, di saat sepasang mata akan lebih menyukai melihat dirimu, di saat kedua telinga akan lebih peka terhadap nada bicaramu, kamu dapat membuat orang tersebut membagi perhatiannya ke kamu dan temanmu. Dengan rendah hati, bersedia melibatkan temanmu dalam percakapan bersama, sehingga kondisi seimbang tercapai tanpa ada yang harus meninggi. Kamu memang sudah priced tanpa harus “menjual” lagi.
  5. Cuek. Well, apapun bisa jadi pelajaran kan? Kamu tidak begitu peduli dengan omongan yang tidak seharusnya didengar. Filterisasi tingkat tinggi ini merupakan ilmu yang harus dipelajari agar tidak mudah surut hati. Merupakan sebuah mimpi di siang bolong untuk memaksakan semua penghirup oksigen ini menyukai kita. Dan kamu, tentunya mempunyai pandangan yang jauh ke depan.

Rabu, 10 Agustus 2016

I'm Lawyer



Angin resuffle menteri berhembus sampai ke Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi. Rupanya tak hanya menteri, perubahan susunan ini juga dialami oleh beberapa pelaksana yang namanya tersebut pada lajur 2 dalam daftar lampiran Keputusan Kepala Kanwil DJP. Mutasi internal menciptakan sensasi galau bercampur senang. Dua tahun bukan waktu yang  singkat untuk meninggalkan sebuah bidang yang telah mendidik saya sejak pertama kali penempatan.

Akhir Juli 2014 merupakan awal bagi seorang gadis pemalu memasuki sebuah ruangan sempit bernama Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian*. Ditempatkan di Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Perpajakan**, membuatnya belajar prinsip keadilan, bahwa setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP sebagaimana termaktub dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Namun tidak semua Wajib Pajak memahami dan menyadari kewajiban tersebut sehingga upaya proaktif dari fiskus sangat berperan untuk menjaring Wajib Pajak baru. Bapak Ambar Arum Ari Mulyo, Kepala Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Perpajakan dengan sabar memberikan pengarahan kepada pelaksana barunya tersebut sesuai tupoksinya. 

Dua tahun berjalan sampai keluar keputusan mutasi. Semoga di subbagian yang baru, seorang sarjana hukum berusia 24 tahun ini mampu mengaplikasikan ilmu perkuliahannya. Terima kasih atas pengalamannya Seksi Bimbingan Ekstensifikasi. Selamat datang di SubBagian Bantuan Hukum, Pelaporan, dan Kepatuhan Internal.
Mulai hari ini, saya “pengacara”, bukan untuk menang di pengadilan, tapi untuk menegakkan hak-hak negara. 

* Setelah perubahan nomenklatur menjadi Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi, dan Penilaian
** Setelah perubahan nomenklatur menjadi Seksi Bimbingan Ekstensifikasi 

Catatan
Selamat berjuang di Bidang PEP buat:

  1. Pak Wiratmoko
  2. Pak Ambar Arum Ari Mulyo
  3. Pak Novadri
  4. Bu Palupi Dwi Kartikasari
  5. Mas Julius Djoko Budiarto
  6. Mas Daryono
  7. Mas Bambang Dwi Choirum
  8. Mbak Rika Erlina Imadasari
  9. Kak Helsa Novita
  10. Kak Dini Nurramdani (baru mutasi)
  11. Kak Annisa Arifka Sari (baru mutasi)