Blue Fire Pointer AIRPLANE IN THE SKY

Sabtu, 06 Oktober 2012

Generasi Baru Genta Andalas 2012



Dunia kampus tak hanya dijadikan sebagai tempat untuk melanjutkan tingkat pendidikan namun  juga  sebagai tempat untuk melatih kemampuan diri dalam berorganisasi. Salah satu organisasi di Unand adalah Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Genta Andalas. Pada bulan Februari silam Genta Andalas membuka Open Recruitment (OR). Lebih dari 70 orang mendaftar dan kini hanya tersisa 27 orang calon anggota. Mereka telah melewati seleksi administrasi, tes wawancara dan tertulis, pembekalan, pra inisiasi, inisiasi, magang divisi, Genta Antara, penampilan BAKTI universitas, berbagai kegiatan yang diselenggarakan Genta Andalas.
Malam tanggal 17 September 2012 adalah malam yang menentukan nasib rekan-rekan peserta OR. Calon anggota dipanggil satu persatu untuk mendengarkan pengumuman dari pengurus. Dari 27 orang yang mengikuti proses selama 7 bulan, 24 orang dinyatakan layak dilantik. Tangisan menemani larutnya malam.
            Pelantikan dilaksanakan tanggal 21-23 September 2012. Tiga hari menjelang pelantikan, para calon anggota dibagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok diwajibkan membuat sebuah liputan. Selain membuat liputan, mereka juga diwajibkan membuat yel-yel serta menyiapkan beberapa perlengkapan pribadi dan kelompok untuk pelantikan. Kekompakan tim sangat diuji.
            Pada tanggal 21 September, calon anggota berkumpul di PKM. Mereka membawakan sebuah drama komedi yang diperankan oleh seluruh calon anggota. Eka Ananda Putri yang berperan sebagai Siti Eka Nurbaya beserta rekan-rekannya berhasil menimbulkan gelak tawa para penonton di PKM. Pukul 22.00 WIB, mereka diperkenankan beristirahat di Mushola PKM hingga subuh.
            Pada tanggal 22 September 2012, calon anggota, pengurus, dewan redaksi, dan alumni menuju tempat pelantikan yaitu Lubuk Tampuruang dengan menaiki bus kampus. Selama perjalanan tampak suasana kekeluargaan yang ditunjukkan dengan menyanyi bersama. Sesampainya di tempat tujuan, rombongan harus berjalan lagi karena medan tersebut tidak dapat ditempuh dengan bus. Kemudian rombongan mendirikan tenda.
            Sekitar pukul 13.00 WIB hujan menancap bumi dengan lebatnya sehingga jadwal untuk games diundur. Pukul 15.30 games dimulai. Games dipersiapkan untuk 3 posko. Para peserta diberi medan yang cukup terjal sehingga perlu menggunakan tali tambang untuk menuruni bukit. Malamnya, ada 4 calon anggota yang tersesat dalam mencari jalan ke perkemahan. Untungnya panitia dapat menemukan mereka. Suasana yang sempat mencekam kembali pulih. Pukul 20.00 WIB calon anggota memaparkan hasil liputannya dan panitia memberi komentar dan saran.
            Pada tanggal 23 September 2012 sekitar pukul 00.00 WIB, peserta dipanggil satu-persatu dari tenda untuk mengikuti uji kesungguhan sekaligus sharing dengan pengurus, dewan redaksi, dan alumni. Hingga tibalah saat yang dinanti-nanti sekitar pukul 11.00 yaitu pelantikan. Calon anggota melawan arus air terjun dengan bermodal seikat tali tambang. Setibanya di kolam atas, mereka antri satu-persatu berendam di air dan kemudian mencium bendera Genta Andalas. Ini merupakan tradisi tahunan pelantikan anggota Genta Andalas.
            Saat Fitria Lonanda selaku ketua OR mengucapkan kata sambutan, terbit air mata kebahagiaannya karena telah selesai mengemban tugas berat untuk melahirkan generasi Genta Andalas yang lebih baik. Melihat Fitria Lonanda atau yang biasa disapa Ichi ini menangis, beberapa peserta pun larut dalam keharuan. Setelah pembacaan Surat Keputusan Pelantikan Anggota Genta Andalas oleh Pemimpin Umum, David Oliver Purba, maka secara resmi peserta OR telah resmi menjadi anggota. Pelantikan disudahi dengan bersalam-salaman. FEBBY

Selasa, 18 September 2012

Cowok ‘Bodoh’, Terima Kasih Yaa

Berkaitan dengan catatan berjudul “Antara Nenek dan Organisasi”, maka sebaiknya teman-teman baca dulu tulisan tersebut sebelum membaca tulisan ini.

Ada seorang cowok berulang tahun hari ini. Tepat pukul 00.00 aku mengucapkan selamat ulang tahun dengan bahasa yang cukup kasar. Sepertinya dia akan terngiang. “Karambia, ultah kau? Selamat ulang tahun ya. Sory aku memutuskan untuk gak ngasi kamu apa-apa. Semoga jadi orang sukses ya!” aku ketik dan aku kirim. Dia segera membalas dan sepertinya dia tahu aku masih di kampus. Segera ia menyuruhku pulang. “Menurutku kamu pulang aja, udah malam kali. Sini aku antar walaupun kamu juga bawa motor,” ucapnya. Kamu cewek, kesetaraan gender itu tak pernah ada,” lanjutnya lagi.

Walhasil aku pulang jam 3 pagi dan dia menjemputku sampai ke PKM Unand. Gak nyangka ada juga yang kayak dia. Di tengah perjalanan, “Lah bagak ang pulang pagi?” tanya dia. “Ini karena aku punya tugas,” jawabku. “Gak bisa pagi, siang? Kamu gak bisa bagi waktu!” Dia marah tapi masih juga ditemaninya aku. “Aku kangen dianterin pulang sama kamu,” ucapku tidak nyambung. “Kamu pikir aku mau nganterin kamu pulang malam tiap hari, ini yang terakhir,” jawabnya tanpa ketus.

Huaaaahhhhh....... Gak tau mau ngomong apa. Selamat ulang tahun yaaa. Maaf telah menghancurkan jam-jam pertama di hari pentingmu.

Antara Nenek dan Organisasi



Malam tanggal 17 September 2012 adalah malam yang menentukan nasib rekan-rekan peserta Open Recruitment Genta Andalas. Mereka disebut dengan calon anggota (caang). Caang dipanggil satu persatu untuk mendengarkan pengumuman dari pengurus. Dari 27 orang yang mengikuti proses selama 7 bulan, 24 orang dinyatakan layak dilantik. Sedih melihat mereka menangis. Bagaimana bisa pergulatan tangguh selama 7 bulan dibayar dengan ucapan “Maaf, Genta bukan tempat kamu,” atau “ Kamu belum layak untuk mengikuti pelantikan,” atau bahkan “ Kalau kamu serius, daftar lagi tahun depan.”

Mereka telah melewati seleksi administrasi, tes wawancara dan tertulis, pembekalan, pra inisiasi, inisiasi, magang divisi, Genta Antara, penampilan BAKTI universitas, berbagai kegiatan yang diselenggarakan Genta, dsb. Tapi adik-adikku, percayalah kami mengambil keputusan ini dengan sejuta makna dibaliknya. Bisa jadi kalian akan menjadi pemimpin di organisasi lain. Atau berprestasi dalam hal akademik. Mungkin kami akan melihat kalian daftar lagi Februari 2013 dengan loyalitas. Yakinlah, kalian punya jalan dan kalian yang tentukan!

Banyak hal ku dapat. Aku mulai memahami berbagai karakter orang. Ada yang kemampuan biasa-biasa saja namun mau belajar. Ada yang sibuk karena punya lebih dari 1 organisasi namun memprioritaskan Genta. Ada yang pintar dan public speaking-nya bagus namun egoismenya tinggi. Ada juga yang rela dimarahi demi melindungi teman-temannya. Organisasi itu, bukan hanya butuh aktor tapi konseptor. Bukan orang yang siap tampil di depan umum, tapi juga bisa mempersiapkan berbagai kegiatan (di belakang layar). Kami butuh orang yang multitalent memang. Kami butuh orang yang loyal. Loyal itu adalah ketika kita harus mngambil sikap atas 2 atau lebih pilihan.

Pengumuman layak dan tidak layak dilantik ini membutuhkan waktu yang panjang karena sekaligus evaluasi diri peserta. Sehingga aku pulang jam 3 pagi. Teman-teman pergi ke percetakan Singgalang sedangkan aku lagnsung ke rumah. Jam 4 pagi aku sampai di rumah. Pintu rumah dikunci dan aku tidur di luar. Baru kali ini aku tidur di luar rumah dengan gigitan nyamuk dan udara dingin. Aku tak berani membangunkan orang rumah. Ketika adzan subuh berkumandang, nenek membukakan pintu. Raut senyum terlihat atas perilaku cucunya yang semena-mena ini.

Pagi yang cerah, nenek marah.  “Bukan malam ini saja nenek mengamati perilaku kamu. Kamu tiap hari pulang malam bahkan pulang pagi. Apa kata orang kalau anak perempuan pulang malam, pulang pagi!!! Rumah baru dibangun, nanti orang kira kita punya uang karena kamu ‘jualan’ di Taplau!!! Nenek di sini menjaga kamu. Kalau kamu begini nenek lapor aja ke mami papi!!!” Aku hanya terdiam dan menangis. “Kamu tinggalkan organisasi atau nenek yang tinggalkan kota Padang ini!!!,” ancam nenek.



Entahlah, aku cinta Genta. Aku sudah sering sakit karena Genta, bagaimana aku bisa meninggalkan Genta? Bahkan kalau punya anak aku berencana memberi nama GENTA!

Nek, aku gak akan pulang malam tiap hari lagi, aku akan belajar membagi waktu. Soal IP yang turun, akan segera kuperbaiki semampuku. Soal proposal yang belum ada judul, akan segera kumulai untuk menulis. Tapi, izinkan aku tetap menjadi bagian dari keluarga besar Genta Andalas...